- Pengadilan Negeri Medan menggelar sidang perdana kasus penjualan vaksin Covid-10 secara ilegal.

Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah, Penjual Vaksin Ilegal Dihukum 15 Tahun Penjara

Spread the love

Minangpos.net, Medan – Pengadilan Negeri Medan menggelar sidang perdana kasus penjualan vaksin Covid-10 secara ilegal. Dua dari tiga terdakwa merupakan dokter berstatus ASN. Dalam aksinya, terdakwa telah menyuntikkan vaksin Sinovac ilegal kepada 1620 orang. Dari kejadian tersebut terkdawa memperoleh keuntungan ratusan juta rupiah.

Sidang berlangsung dengan agenda pembacaan dakwaan kepada tiga terdakwa berjalan secara daring dan kondusif. Tiga terdakwa yakni Kristinus Sagala, berprofesi sebagai dokter berstatus ASN di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. Indra Wirawan, dokter berstatus ASN di Rutan Tanjung Gusta dan Selviwaty yang merupakan pihak penghubung.

Robertson Pakpahan Jaksa Penuntut Umum, menyatakan kasus penjualan vaksin ilegal ini bermula dari terdakwa Selviwaty meminta kepada Kristinus Sagala untuk melakukan vaksinasi kepada rekan kerjanya. Terdakwa Kristinus awalnya menolak namun, karena ada pembagian hasil sebesar Rp. 250.000 per orang maka vaksinasi pun dilakukan.

“Kasus ini bermula dari tawaran Selviwaty kepada dokter Kristinus untuk memvaksin teman kerjanya. Awalnya dokter Kristinus menolak tapi karena ada uangnya maka terjadilah tindakan itu,” jelasnya.

Seiring menipisnya jumlah vaksin yang tersedia di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Kristinus menyarankan Selviwaty untuk menghubungi Indra Wirawan. Dari sana Selviwaty mendapatkan vaksin yang merupakan sisa vaksinasi di Lapas Tanjung Gusta Medan. Vaksin ini sengaja tidak dikembikan Indra Wirawan ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumut.

Dari peristiwa tersebut masing-masing terdakwa meraup keuntungan berbeda. Kristinus Sagala memperoleh keuntungan 142 juta, Indra Wirawan memperoleh keuntungan 134 juta dan Selviwaty memperoleh keuntungan 36 juta rupiah.

“Terdakwa Kristinus Sagala memperoleh keuntungan 142 juta, terdakwa Indra Wirawan memperoleh keuntungan 134 juta dan Selviwaty memperoleh keuntungan 36 juta rupiah,” tambahnya.

Atas perbuatannya, ketiga terdakwa yang melakukan penjualan vaksin secara ilegal dinyatakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan atau huruf b atau pasal 13 UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantas tindak pidana korupsi, dengan hukuman 15 tahun penjara.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *