Bobby Wajibkan ASN Pakai Pakaian Adat, Pelaku UMKM Gembira

Bobby Wajibkan ASN Pakai Pakaian Adat, Pelaku UMKM Gembira

Spread the love

Minangpos.net, Medan – Baru-baru ini Walikota Medan, Bobby Nasution memberlakukan peraturan menggunakan pakaian adat bagi ASN. Peraturan tersebut tampaknya menjadi peluang bagi pelaku UMKM Kota Medan, khususnya dalam bidang fashion.

Averiana Barus, pemilik toko Rumah Uis jalan Jamin Ginting Medan mengatakan bahwa kebijakan Walikota membawa dampak positif bagi usahannya. Hal ini ia sampaikan saat Bobby Nasution  dan istri, Kahiyang Ayu mengunjungi tokonya untuk membeli bekabulu atau belah bambu dan kain sarung khas Karo, 10/9/2021.

Seperti diketahui, Bobby kerap mengenakan pakaian adat dalam setiap aktivitasnya. Hal ini merupakan wujud kecintaannya terhadap budaya Sumatera Utara. Adapun isi dari Perwal mengharuskan seluruh ASN mengenakan pakaian adat setiap hari Jumat.

“Saya sama istri tadi beli bakal Uis Karo, sekaligus dijahitkan jadi kemeja. Saya imbau agar ASN membeli juga pakaian adatnya supaya membantu pelaku UMKM, membantu penenun. Jangan cuma sewa, ASN harus beli,” kata Bobby.

Dalam kebijakan tersebut, Bobby Nasution menyarankan agar ASN memiliki pakaian adat pribadi. Dengan begitu, pelaku UMKM yang fokus pada fashion dapat terbantu perekonomiannya saat masa pandemi.

“Kita harus support, ASN beli yang baru pakaiannya jangan cuma sewa,” tambahnya.

Mengenai kebijakan tersebut, Ave merasa senang dan semangat karena dapat memproduksi kembali. Terlebih selama tiga bulan dirinya bersama pekerja berhenti memproduksi kain tenun.

“Ketika saya baca media tetang kebijakan pak Walikota soal baju adat, saya langsung semangat lagi dan berani memproduksi. Ini jadi angin segar bagi kami yang terdampak pandemi. Tiga bulan terakhir ini kami benar-benar sulit. Dengan kebijakan pak wali kami jadi semangat lagi. Saya apresiasi sekali langkah pak wali,” ungkapnya

Ave mengatakan, walaupun dirinya banyak memproduksi Uis dan pakaian khas Karo, namun tidak menutup kemungkinan pihaknya membuat pakaian adat lainnya.

“Memang display Karo karena saya orang Karo. Tapi yang lain misal Simalungun, saya siap juga membuatnya. Karena kita juga kerjasama dengan pengrajin khas Simalungun dan etnis lainnya. Intinya kami senang dengan program pak wali hingga kami berani produksi lagi,” kata Ave.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *