Walikota Tanjungbalai Divonis 2 Tahun Kurungan Penjara

Walikota Tanjungbalai Divonis 2 Tahun Kurungan Penjara

Spread the love

Minangpos.net, Medan – Walikota Nonaktif Tanjungbalai, Muhammad Syahrial terbukti bersalah melakukan suap kepada penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Adapun uang suap yang diberikan sebesar 1,6 Miliar Rupiah.

Majelis hakim, Asad Rahmi Lubis dalam amar putusanya menyatakan bahwa, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindakpidana korupsi.

Terdakwa melanggar pasal 5 ayat 1 huruf B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Jaksa penuntut umum, Agus Prasetya mengatakan sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda 150 juta rupiah serta subsider enam bulan kurungan.

“Tuntutan kita itu, hukuman tiga tahun penjara dan denda 150 juta rupiah subsider enam bulan kurungan. Namun putusannya hukuman dua tahun dan denda 100 juta rupiah yang apabila tidak dibayar maka diganti dengan empat bulan kurungan,” jelasnya

Putusan majelis hakim jauh lebih rendah dibandingkan dengan tuntuan jaksa penutut umum dari KPK.

Dimana kini terdakwa dijerat pidana penjara selama dua tahun dan denda 100 juta rupiah yang apabila tidak dibayar maka terdakwa harus mengganti dengan empat bulan kurungan penjara.

Terdakwa Muhammad Syahrial memberikan suap kepada penyidik KPK guna menghentikan penyidik oleh KPK atas kasus dugaan suap lelang jabatan Pemko Tanjungbalai. Pemberian suap tersebut berlangsung sejak Agustus 2020 hingga April 2021.

Dirinya juga menjadi tersangka atas kasus tindak pidana korupsi terkait lelang jabatan Pemko Tanjungbalai 2019




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *